Thursday, May 24, 2018

Pengertian antena dan cara Pemasangan Antena Outdoor Universitas Bina Darma Palembang

Pengertian Antena 
Antena adalah suatu alat listrik yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi gelombang elektromagnetik kemudian memancarkannya ke ruang bebas atau sebaliknya yaitu menangkap gelombang elektromagnetik dari ruang bebas dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Antena juga tergolong sebagai Transduser karena dapat mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi lainnya.

Macam-mcam Antena

1. Antena Omni
 
    Antena omni lebih banyak digunakan sebagai mode ap karena jangkauannya yang luas, memiliki
gain 3-13 dBi. Antena ini adalah antena yang paling sering digunakan sebagai hotspot atau RT RW Net yang memiliki frekuensi 2,4 dan 5,8 Ghz . Berikut karakteristik antena omni :

  • Antena ini berbentuk seperti tongkat
  • Polarisasi atau arah pancaran ke segalah arah atau 360 derajat
  • Coverage area luas tetapi jangkauan yang pendek
  • Termasuk tipe jaringan PTMP atau Point To Multi Point
 2. Antena Sectoral
Anteni sectoral hampir mirip dengan antena omni perbedaan yang paling mencolok yakni arah pancarannya, antena omni bisa sampai 360 derajat sedangkan antena ini hanya bisa mencapai setengahnya yakni 180 derajat. Antena sectoral memilik gain antara 10-19 dBi, dan berikut karakteristiknya :

  • Berbentuk seperti tabung
  • Polarisasi kearah tertentu yakni 45-180 derajat
  • Termasuk tipe jaringan PTP maupun PTMP

3. Antena Grid
Antena ini banyak digunakan sebagai client jarak jauh yang menggunakan topologi PTP atau Point to Point yang dimana pemancar dan penerima sama-sama menggunakan antena grid. Frekuensi antena grid adalah 2,4 Ghz dan juga 5,8 Ghz, yang memiliki gain hingga 27 dBi. Untuk komponennya terdiri atas reflextor,pole, dan jumper. berikut karakteristik antena grid :
  • Antena ini berbentuk seperti jaring
  • Polarisasi ke arah tertentu atau satu arah
  • Biasanya terdapat pasangan berupa antena yang sama, satu sebagai pemancar dan satu lagi sebagai penerima
  • Termasuk tipe jaringan PTP atau Point To Point
4. Antena Yagi
Antena yagi terdiri atas driven(titik catu dari kabel), reflektor(pemantul), dan director(pengarah), memiliki gain hingga 16 dBi. Antena yagi lebih cocok sebagai mode client yang diarahkan ke pemancar seperti ke antena omni, sectoral, dll. antena ini juga memiliki frekuensi 2,4 dan 5,8 Ghz, berikut karakteristik yang dimiliki :
  • Antena ini berbentuk seperti tulang ikan
  • Polarisasi ke arah tertentu atau satu arah
  • Termasuk tipe jaringan PTP
5. Antena Parabolik (Solid Disc)
Antena ini hampir sama dengan antena grid hanya saja jangkauan lebih fokus. 18-28 dBi. Tentu dalam urusun jarak jangkauan antena ini lebih unggul ketimbang antena grid. Antena ini biasa diaplikasikan untuk tipe jaringan point to point jarak jauh.
 
6. Antena Wajan Bolik
Antena wajan bolik berbentuk seperti wajan, hla emang dibuatkan dari wajan :V ( canda gan biar gak puyeng ). Antena ini hampir sama dengan parabolik yang membedakan hanyalah pada reflektor parabolic-disc yang menggunakan wajan. Antena wajan bolik digunakan untuk memperkuat jangkauan usb wifi yang sudah tidak kuat menangkap sinyal, jangkauannya tidak begitu jauh hanya ratusan meter saja.

Karakteristik Antena wireless
1. Pola Radiasi Antena (Radiation Pattern)
Pola Radiasi atau Radiation Pattern adalah penggambaran radiasi yang berkaitan dengan kekuatan gelombang radio yang dipancarkan oleh antenna ataupun tingkat penerimaan sinyal yang diterima oleh antenna pada sudut yang berbeda. Pada umumnya Pola Radiasi ini digambarkan dalam bentuk plot 3 dimensi. Pola radiasi antenna 3 dimensi ini dibentuk oleh dua pola radiasi yaitu pola elevasi dan pola azimuth. Bentuk pola radiasi adalah Pola Omnidirectional pattern yaitu pola radiasi yang serba sama dalam satu bidang radiasi dan Pola Drective yang membentuk bola berkas yang sempit dengan radiasi yang tinggi.
2. Keterarahan (Directivity)
Keterarahan atau Directivity adalah perbandingan antara dentisitas daya antenna pada jarak sebuah titik tertentu relatif terhadap sebuah radiator isotropis. Yang dimaksud dengan Radiator Isotropis adalah pemancaran radiasi Antena secara seragam ke semua arah.
3. Gain
Gain atau sering juga disebut dengan Directivity Gain adalah sebuah parameter Antena yang mengukur kemampuan antena dalam mengarahkan radiasi sinyalnya atau penerimaan sinyal dari arah tertentu. Dengan kata lain, Gain digunakan untuk mengukur efisiensi sebuah Antena. Gain diukur dalam bentuk satuan decibel.
3. Polarisasi (Polarization)
Polarisasi atau Polarization dapat diartikan sebagai arah rambat dari medan listrik atau penyebaran vektor medan listrik. Polarisasi Antena yang dimaksud disini adalah orientasi medan listrik dari gelombang radio yang berhubungan dengan permukaan bumi dan kecocokan struktur fisik antena dengan orientasinya. Mengenali Polarisasi bermanfaat untuk mendapatkan efisiensi maksimum pada transmisi sinyal.

Alat-alat yang harus di siapkan adalah :
1. Harnest
harnest adalah alat pengikat di tubuh sebagai pengaman yg nantinya dihubungkan dengan tali.

3. Helmet   
Helmet adalah pelindung kepala yg melindungi kepala dari benturan dari benda-benda yang terjatuh dari atas.

4. Sandal khusus/ Sepatu khusus
memakai als kaki yang tidak licin karena itu akan mengakibat fatal.karena itu di saran kan untuk menggunakan als kaki yang tidak licin.

5. sarung tangan
untuk lebih memudahkan berpegangan dan memanjat.

Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memanjat tower :
  1. Fisik kita harus sehat.
  2. Fisik dari tower tersebut apakah benar-benar kuat dan tidak ada yang rusak 
  3. Keadaan tali atau spaner tower apakah sudah benar.
  4. Alat yang kita pakai dalam memanjat apakah layak kita pakai dalam naik tower.
  5. Kondisi cuaca.
  6. Arah angin.
  7. Pemasangan dari alat-alat.
Ketentuan dalam Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memanjat tower :
  1. Fisik kita harus sehat.
  2. Fisik dari tower tersebut apakah benar-benar kuat dan tidak ada yang rusak 
  3. Keadaan tali atau spaner tower apakah sudah benar.
  4. Alat yang kita pakai dalam memanjat apakah layak kita pakai dalam naik tower.
  5. Kondisi cuaca.
  6. Arah angin.
  7. Pemasangan dari alat-alat.
Ketentuan dalam memasang tower :
  • Jarak yang ideal antara titik pusat ke titik speaner minimal 1/3 dari tinggi tower.
  • Jarak harus sama.
  • 1/3 dari tinggi tower dihitung dari dasar yang paling bawah tower menyentuh tanah.
  • 1/3 dari tinggi tower harus dicari dengan rumus phytagoras.
  • Kedalaman vondasi tanah kira-kira 70-75 cm.
  • Berikut contoh gambar 1/3 jarak  dari tinggi tower.

 Teknik Memanjat :
  1. Dalam memanjat Tower kita harus tenang ( tidak boleh tegang ) dan tidak takut dengan ketinggian ( Phobia ketinggian ).
  2. Badan harus menempel / menyatu dengan tower.
  3. Tangan harus berpegangan dengan kuat pada tiang pada tangga tower.
  4. Kaki kita saat memanjat harus benar
  5. Saat berhenti kaki dan tangan harus dikancingkan pada tiang tower.
  6. Bila ingin mengaitkan karabiner pada tiang tower , salah satu tangan mengunci pada tiang tower, sedangkan tangan yang satunya untuk memegang / mengaitkan karabiner pada tiang tower begitu juga pada saat mau turun dan sebelumnya harus melepas kait karabiner.
 memasang tower :
  • Jarak yang ideal antara titik pusat ke titik speaner minimal 1/3 dari tinggi tower.
  • Jarak harus sama.
  • 1/3 dari tinggi tower dihitung dari dasar yang paling bawah tower menyentuh tanah.
  • 1/3 dari tinggi tower harus dicari dengan rumus phytagoras.
  • Kedalaman vondasi tanah kira-kira 70-75 cm.
  • Berikut contoh gambar 1/3 jarak  dari tinggi tower.

 Teknik Memanjat :
  1. Dalam memanjat Tower kita harus tenang ( tidak boleh tegang ) dan tidak takut dengan ketinggian ( Phobia ketinggian ).
  2. Badan harus menempel / menyatu dengan tower.
  3. Tangan harus berpegangan dengan kuat pada tiang pada tangga tower.
  4. Kaki kita saat memanjat harus benar
  5. Saat berhenti kaki dan tangan harus dikancingkan pada tiang tower.
  6. Bila ingin mengaitkan karabiner pada tiang tower , salah satu tangan mengunci pada tiang tower, sedangkan tangan yang satunya untuk memegang / mengaitkan karabiner pada tiang tower begitu juga pada saat mau turun dan sebelumnya harus melepas kait karabiner.