Antena adalah suatu alat listrik yang dapat mengubah sinyal listrik menjadi gelombang elektromagnetik kemudian memancarkannya ke ruang bebas atau sebaliknya yaitu menangkap gelombang elektromagnetik dari ruang bebas dan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Antena juga tergolong sebagai Transduser karena dapat mengubah suatu bentuk energi ke bentuk energi lainnya.
Macam-mcam Antena
1. Antena
Omni
Antena omni
lebih banyak digunakan sebagai mode ap karena jangkauannya yang luas, memiliki
gain 3-13 dBi. Antena ini adalah antena yang paling sering digunakan sebagai
hotspot atau RT RW Net yang memiliki frekuensi 2,4 dan 5,8 Ghz . Berikut
karakteristik antena omni :
- Antena ini berbentuk seperti tongkat
- Polarisasi atau arah pancaran ke segalah arah atau 360 derajat
- Coverage area luas tetapi jangkauan yang pendek
- Termasuk tipe jaringan PTMP atau Point To Multi Point
2. Antena Sectoral
Anteni
sectoral hampir mirip dengan antena omni perbedaan yang paling mencolok yakni
arah pancarannya, antena omni bisa sampai 360 derajat sedangkan antena ini
hanya bisa mencapai setengahnya yakni 180 derajat. Antena sectoral memilik gain
antara 10-19 dBi, dan berikut karakteristiknya :
- Berbentuk seperti tabung
- Polarisasi kearah tertentu yakni 45-180 derajat
- Termasuk tipe jaringan PTP maupun PTMP
3. Antena Grid
Antena ini
banyak digunakan sebagai client jarak jauh yang menggunakan topologi PTP atau
Point to Point yang dimana pemancar dan penerima sama-sama menggunakan antena
grid. Frekuensi antena grid adalah 2,4 Ghz dan juga 5,8 Ghz, yang memiliki gain
hingga 27 dBi. Untuk komponennya terdiri atas reflextor,pole, dan jumper.
berikut karakteristik antena grid :
- Antena ini berbentuk seperti jaring
- Polarisasi ke arah tertentu atau satu arah
- Biasanya terdapat pasangan berupa antena yang sama, satu sebagai pemancar dan satu lagi sebagai penerima
- Termasuk tipe jaringan PTP atau Point To Point
4. Antena Yagi
Antena yagi
terdiri atas driven(titik catu dari kabel), reflektor(pemantul), dan
director(pengarah), memiliki gain hingga 16 dBi. Antena yagi lebih cocok
sebagai mode client yang diarahkan ke pemancar seperti ke antena omni,
sectoral, dll. antena ini juga memiliki frekuensi 2,4 dan 5,8 Ghz, berikut
karakteristik yang dimiliki :
- Antena ini berbentuk seperti tulang ikan
- Polarisasi ke arah tertentu atau satu arah
- Termasuk tipe jaringan PTP
5. Antena
Parabolik (Solid Disc)
Antena ini
hampir sama dengan antena grid hanya saja jangkauan lebih fokus. 18-28 dBi.
Tentu dalam urusun jarak jangkauan antena ini lebih unggul ketimbang antena
grid. Antena ini biasa diaplikasikan untuk tipe jaringan point to point jarak
jauh.
6. Antena
Wajan Bolik
Antena wajan
bolik berbentuk seperti wajan, hla emang dibuatkan dari wajan :V ( canda gan
biar gak puyeng ). Antena ini hampir sama dengan parabolik yang membedakan
hanyalah pada reflektor parabolic-disc yang menggunakan wajan. Antena wajan
bolik digunakan untuk memperkuat jangkauan usb wifi yang sudah tidak kuat
menangkap sinyal, jangkauannya tidak begitu jauh hanya ratusan meter saja.
Karakteristik Antena wireless
1. Pola Radiasi Antena (Radiation Pattern)
Pola Radiasi
atau Radiation Pattern adalah penggambaran radiasi yang berkaitan dengan
kekuatan gelombang radio yang dipancarkan oleh antenna ataupun tingkat
penerimaan sinyal yang diterima oleh antenna pada sudut yang berbeda. Pada
umumnya Pola Radiasi ini digambarkan dalam bentuk plot 3 dimensi. Pola radiasi
antenna 3 dimensi ini dibentuk oleh dua pola radiasi yaitu pola elevasi dan
pola azimuth. Bentuk pola radiasi adalah Pola Omnidirectional pattern yaitu
pola radiasi yang serba sama dalam satu bidang radiasi dan Pola Drective
yang membentuk bola berkas yang sempit dengan radiasi yang tinggi.
2. Keterarahan (Directivity)
Keterarahan
atau Directivity adalah perbandingan antara dentisitas daya antenna pada
jarak sebuah titik tertentu relatif terhadap sebuah radiator isotropis. Yang
dimaksud dengan Radiator Isotropis adalah pemancaran radiasi
Antena secara seragam ke semua arah.
3. Gain
Gain atau sering juga disebut dengan Directivity Gain
adalah sebuah parameter Antena yang mengukur kemampuan antena dalam mengarahkan
radiasi sinyalnya atau penerimaan sinyal dari arah tertentu. Dengan kata lain,
Gain digunakan untuk mengukur efisiensi sebuah Antena. Gain diukur dalam bentuk
satuan decibel.
3. Polarisasi (Polarization)
Polarisasi atau Polarization dapat diartikan sebagai
arah rambat dari medan listrik atau penyebaran vektor medan listrik. Polarisasi
Antena yang dimaksud disini adalah orientasi medan listrik dari gelombang radio
yang berhubungan dengan permukaan bumi dan kecocokan struktur fisik antena
dengan orientasinya. Mengenali Polarisasi bermanfaat untuk mendapatkan
efisiensi maksimum pada transmisi sinyal.
3. Helmet
4. Sandal khusus/ Sepatu khusus
5. sarung tangan
untuk lebih memudahkan berpegangan dan memanjat.
Alat-alat yang harus di siapkan adalah :
1. Harnest
harnest adalah alat pengikat di tubuh sebagai pengaman yg nantinya dihubungkan dengan tali.
3. Helmet
Helmet adalah pelindung kepala yg melindungi kepala dari benturan dari benda-benda yang terjatuh dari atas.
4. Sandal khusus/ Sepatu khusus
memakai als kaki yang tidak licin karena itu akan mengakibat fatal.karena itu di saran kan untuk menggunakan als kaki yang tidak licin.
5. sarung tangan
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memanjat tower :
- Fisik kita harus sehat.
- Fisik dari tower tersebut apakah benar-benar kuat dan tidak ada yang rusak
- Keadaan tali atau spaner tower apakah sudah benar.
- Alat yang kita pakai dalam memanjat apakah layak kita pakai dalam naik tower.
- Kondisi cuaca.
- Arah angin.
- Pemasangan dari alat-alat.
Ketentuan dalam Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum memanjat tower :
- Fisik kita harus sehat.
- Fisik dari tower tersebut apakah benar-benar kuat dan tidak ada yang rusak
- Keadaan tali atau spaner tower apakah sudah benar.
- Alat yang kita pakai dalam memanjat apakah layak kita pakai dalam naik tower.
- Kondisi cuaca.
- Arah angin.
- Pemasangan dari alat-alat.
Ketentuan dalam memasang tower :
- Jarak yang ideal antara titik pusat ke titik speaner minimal 1/3 dari tinggi tower.
- Jarak harus sama.
- 1/3 dari tinggi tower dihitung dari dasar yang paling bawah tower menyentuh tanah.
- 1/3 dari tinggi tower harus dicari dengan rumus phytagoras.
- Kedalaman vondasi tanah kira-kira 70-75 cm.
- Berikut contoh gambar 1/3 jarak dari tinggi tower.
Teknik Memanjat :
- Dalam memanjat Tower kita harus tenang ( tidak boleh tegang ) dan tidak takut dengan ketinggian ( Phobia ketinggian ).
- Badan harus menempel / menyatu dengan tower.
- Tangan harus berpegangan dengan kuat pada tiang pada tangga tower.
- Kaki kita saat memanjat harus benar
- Saat berhenti kaki dan tangan harus dikancingkan pada tiang tower.
- Bila ingin mengaitkan karabiner pada tiang tower , salah satu tangan mengunci pada tiang tower, sedangkan tangan yang satunya untuk memegang / mengaitkan karabiner pada tiang tower begitu juga pada saat mau turun dan sebelumnya harus melepas kait karabiner.
memasang tower :
- Jarak yang ideal antara titik pusat ke titik speaner minimal 1/3 dari tinggi tower.
- Jarak harus sama.
- 1/3 dari tinggi tower dihitung dari dasar yang paling bawah tower menyentuh tanah.
- 1/3 dari tinggi tower harus dicari dengan rumus phytagoras.
- Kedalaman vondasi tanah kira-kira 70-75 cm.
- Berikut contoh gambar 1/3 jarak dari tinggi tower.
Teknik Memanjat :
- Dalam memanjat Tower kita harus tenang ( tidak boleh tegang ) dan tidak takut dengan ketinggian ( Phobia ketinggian ).
- Badan harus menempel / menyatu dengan tower.
- Tangan harus berpegangan dengan kuat pada tiang pada tangga tower.
- Kaki kita saat memanjat harus benar
- Saat berhenti kaki dan tangan harus dikancingkan pada tiang tower.
- Bila ingin mengaitkan karabiner pada tiang tower , salah satu tangan mengunci pada tiang tower, sedangkan tangan yang satunya untuk memegang / mengaitkan karabiner pada tiang tower begitu juga pada saat mau turun dan sebelumnya harus melepas kait karabiner.